PUISI : INSAFLAH MAT REMPIT

jiwa remaja membara diri
rakus dijalanan
mengejar sang mangsa berlari takut
sehingga menjadi igauan mimpi malam

wahai mat rempit
jangan jadi manusia rakus
samseng jalanan tiada gunanya
semuanya akan mengadap kematian

ku tahu jiwamu gagah
menunjukkan kehebatan bukan tempatnya
menjadi cacian masyarakat kini
hina dirimu sendiri

insaflah wahai anak bangsa
jangan lakukan pada yang sia-sia

Baca baki entri ini »

PUISI : MENJELANG SUBUH

dinihari yang dingin
udara segar, tubuh kesejukan
angin berdesik sepoi-sepoi bahasa
fikiran semakin bersinar
mengeluarkan buah fikiran jitu
jari jemari rancak mengungkapkan seberapa rangkap tulisan minda
agar menjadi kalam bacaan pengunjung
pengunjung malam atau siang
semuanya sahabat

ketika subuh menjelang
setelah bermunajat kepada Yang Kuasa
memohon keampunan dan kerahmatan
dari segala noda dan dosa
agar hidup sentiasa diredhai
dimurah rezeki, disenangi segala urusan
agar diri sentiasa dekat dengan-NYA
menjadi hamba kepada Yang Pemurah
yang menciptakan tujuh petala langgit dan bumi
menjadikan siang dan malam

Baca baki entri ini »

PUISI : WAHAI KEKASIHKU

wahai kekasihku
getaran cinta ini untuk-MU
agar aku bisa melepaskan rindu
rindu yang tiada penghujungnya

cinta dan pengabdianku
hanya untuk-MU
agar hatiku selalu dekat dengan-MU

ya Allah
ku mohon keampunan-MU
seandainya aku terlupa menyebut nama-MU
seandainya aku langgar perintah-MU

jangan ENGKAU biarkan daku hanyut
hanyut bersama arus noda dan dosa
jangan ENGKAU tenggelamkan daku
bersama nahkoda kemaksiatan dan kehinaan

Baca baki entri ini »

PUISI: HUJAN PAGI

pagi redup kelabu
suria malu menjelma diri
hari menjadi mendung
sejuk mendamaikan

burung berkicau kedinginan
memecah kesunyian
kedinginan di pagi ini
mengasyikkan hati yang resah

petani senyum puas
melihat titisan air yang jatuh ke bumi
membasahi tanah kontan
menyegarkan segala tumbuhan

Baca baki entri ini »

PUISI : PADA WAJAH-WAJAH MEREKA

di bilik 1B
di meja kayu senyap
ku duduk perhatikan
pada wajah-wajah mereka

ketawa riang
semanis madu senyumannya
gelagat lucu terhibur
sambil mentalaah kitab

Baca baki entri ini »

« Older entries